Category: 2015

Pulau Sebatik

Pulau Sebatik Oleh Steven Giovanni Sugiarto (Staff Departemen Kajian dan Aksi Strategis BEM FEB UI) “Garuda di dadaku, tapi Malaysia di perutku.” – Randi, penduduk Pulau Sebatik               Mungkin tidak semua orang tahu...

Ukraina dan Russia Adalah Kita

Ukraina dan Russia Adalah Kita Argia Adhidhanendra             Pasca terpilihnya Petro Poroshenko menjadi presiden Ukraina yang baru pertengahan 2015 silam, ditengah-tengah konflik Russia-Ukraina menyangkut intervensi militer Russia perihal daerah Crimea yang menjadi salah satu...

Creative Economy X Digital Economy: Alternatif Solusi Hadapi Tantangan Global

Creative Economy X Digital Economy: Alternatif Solusi Hadapi Tantangan Global Oleh: Fikry Nurrahman (Ilmu Ekonomi 2015) Dewasa ini, perekonomian global menghadapi tantangan yang semakin beragam. Kegiatan ekonomi, khususnya dalam dunia bisnis, tidak lagi hanya mengandalkan akumulasi modal dan strategi bisnis konvensional, melainkan lebih menekankan pada inovasi-inovasi strategis serta pemanfaatan teknologi mutakhir. Pasang surut yang dialami berbagi sektor dalam perekonomian silih berganti mewarnai perjalanan panjang sejarah perekonomian modern. Belum lama, ini kita melihat bagaimana “Dinasti Nokia” hancur setelah bertahun-tahun menguasai pasar telepon seluler. Belum lagi kisruh antara taksi konvensional dengan taksi online di Indonesia yang menjadi buah bibir di berbagai media tanah air. Kedua masalah diatas hanyalah sebagian kecil dari sekian banyak tantangan yang muncul di era global. Kata creative economy dan digital economy sering kali kita dengar ketika masalah-masalah seperti kasus-kasus diatas terjadi. Banyak orang yang “menggembar-gemborkan” kedua istilah ini dengan argumentasinya masing-masing. Sayangnya, sering kali mereka salah kaprah saat mendefinisikan kedua istilah tersebut, bahkan menganggap keduanya sebagai hal yang sama. John Howkins, dalam bukunya The Creative Economy: How People Make Money from Ideas, pertama kali memperkenalkan istilah ekonomi kreatif. Howkins mendefinisikan ekonomi kreatif sebagai the creation of value as a result of idea. United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) mendefinisikan ekonomi kreatif sebagai an evolving concept based on creative assets potentially generating economic growth and development. Dari kedua penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa ekonomi kreatif adalah kegiatan ekonomi yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama guna mendorong pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Di lain sisi, kata digital economy pertama kali dicetuskan oleh Don Tapscott, dalam bukunya yang berjudul The Digital Economy: Promise and Peril in the Age of Networked Intelligence, yang menjelaskan bagaimana internet nantinya akan merubah cara manusia berbisnis. Encarta Dictionary mendefiniskan digital economy sebagai business transactions on the Internet: the marketplace that exists on the Internet. Pengertian ini lebih menitikberatkan pada transaksi dan pasar yang terjadi di dunia internet dan secara lebih luas lagi membahas bagaimana penggunaan teknologi dapat berdampak terhadap perekonomian. Dari paparan diatas, dapat dilihat bahwa digital economy dan creative economy adalah dua hal yang berbeda. Lalu apakah kedua hal ini saling berkaitan satu sama lain? Ya, kedua hal ini sangat berkaitan dan saling mendukung satu sama lain. Creative economy yang menekankan pada pengembangan ide dan inovasi dapat lebih berkembang dengan memanfaatkan teknologi sebagai instrumennya, baik sebagai instrumen utama maupun pendukung. Sebagai gambaran, banyak perusahaan start-up yang berdiri dalam berbagai bidang yang menggunakan basis teknologi sebagai instrumen utamanya. Banyak juga perusahaan yang memperluas pasar dan aksesibilitas dari barang dan jasa yang mereka tawarkan dengan menggunakan internet sebagai media pemasaran. Di Indonesia sendiri, pemerintah sedang gencar melakukan berbagai sosialisasi guna mendorong pertumbuhan creative economy dan pemanfaatan teknologi ini dapat menjadi salah satu alternatif solusinya. Referensi: http://creativecities.britishcouncil.org/creative-industries/what_are_creative_industries_and_creative_economy http://unctad.org/en/docs/ditc20082cer_en.pdf http://www.johnhowkins.com/wordpress/ http://www.unesco.org/culture/pdf/creative-economy-report-2013.pdf http://dontapscott.com/books/digital-economy-anniversary-edition-2014/ http://www.keepeek.com/Digital-Asset-Management/oecd/science-and-technology/oecd-digital-economy-outlook-2015_9789264232440-en#page18 Encarta Dictionary