Perkembangan dunia dalam kurun waktu 100 tahun terakhir membuat manusia dari seluruh dunia sangat terhubung. Hal tersebut memungkinkan masuknya budaya baru masuk ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Namun, budaya baru ini lambat laun dapat menggeser kebudayaan Indonesia. Sebagai wujud keberlanjutan dari idealisme untuk melestarikan budaya Indonesia, The 14th National Folklore Festival pun diselenggarakan.

The 14th National Folklore Festival merupakan ajang kompetisi tahunan paduan suara dan tari tradisional yang diselenggarakan oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia dibawah naungan Departemen Minat dan Bakat BEM FEB UI. Pada tahun ini, The 14th NFF mengangkat sebuah tema “Chayaviha Samadhi”, yang memiliki arti naungan langit yang memberi harmoni.

The 14th NFF memiliki beberapa rangkaian acara diantaranya pre event dan main event. Pre event The 14th NFF terdiri dari mini museum, akustik nusantara, dan kenduri. Rangkaian pre event tersebut telah dilaksanakan pada tanggal 26-28 Februari 2020. Sedangkan Main Event The 14th NFF terdiri dari kompetisi paduan suara kategori A dan B dan kompetisi tari tradisional kategori A, B, dan C. Adapun rangkaian main event tersebut telah dilaksanakan pada tanggal 2-5 Maret 2020.

Pada tahun ini, total peserta yang mengikuti The 14th NFF sebanyak 40 tim paduan suara dimana masing-masing tim terdiri atas 25-35 orang dan 52 tim tari tradisional dimana masing-masing tim terdiri atas 3-10 orang. Seluruh peserta berasal dari berbagai daerah Indonesia antara lain Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bandung, Cikampek, Serang, Bengkulu, Nias, Semarang, Garut, Surabaya, Malang, dll. Dalam kompetisi ini, The 14th NFF dibantu oleh para juri yang kompeten untuk bidang paduan suara dan tari tradisional. Juri kompetisi paduan suara adalah Budi Susanto Yohanes, Agus Yuwono, dan Agustinus Bambang Jusana. Juri kompetisi tari tradisional adalah Elly D. Lutan, I Wayan Arnawa, dan Siti Suryani.

Melalui kompetisi paduan suara dan tari tradisional, The 14th NFF mengusung nilai keselarasan dalam keberagaman budaya, mengajak kalangan anak muda Indonesia untuk turut sadar dalam menjaga kerukunan dalam perbedaan budaya yang ada di Indonesia yang melekat pada setiap orang. Pentingnya kesadaran akan toleransi dalam keberagaman budaya menjadi suatu harmoni atas budaya nasional yang memiliki potensi tak terbatas dalam perkembangannya, yang direpresentasikan melalui pengekspresian seni tari dan seni suara lagu-lagu daerah Nusantara. Berbagai kebudayaan Indonesia yang beragam dapat menjadi harmoni yang mendorong berbagai perbedaan tersebut menjadi berkembang dan bersinergi. Harmoni dapat terbentuk salah satunya melalui anak muda yang mencintai budaya Indonesia yang diharapkan dapat menyebarkan pengaruh positif atas rasa cinta budaya Indonesia, turut serta menjaga persatuan dan kesatuan NKRI, dan mencintai tanah air Indonesia yang sangat kaya ini.