BEM FEB UI

[PRESS RELEASE: Networking Discussion Event BEM FEB UI x PERMIAS MADISON]

Sebagai bagian dari program kerja Biro Hubungan Masyarakat BEM FEB UI 2020, program institutional visit yang sebelumnya bernama international benchmarking, dilaksanakan untuk melakukan fungsi Biro Hubungan Masyarakat sebagai network expanders dan network maintainers bagi BEM FEB UI. Pada institutional visit kali ini, BEM FEB UI 2020 melakukan diskusi dengan Persatuan Pelajar Indonesia di Amerika Serikat (PERMIAS) Madison dengan topik mengenai Kekerasan Seksual. Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat atau PERMIAS merupakan salah satu bentuk PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) yang khusus menaungi mahasiswa-mahasiswi Indonesia yang bermukim di AS. Pada kesempatan kali ini BEM FEB UI berkolaborasi dengan PERMIAS Madison untuk membahas permasalahan ini dari sudut pandang kedua belah pihak.

Diskusi ini dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober 2020 pukul 09.00 WIB atau 17 Oktober 2020 pukul 21.00 CDT via Zoom Cloud Meetings. Acara dimulai dengan pembukaan dari Akbar Muhammad selaku Ketua BEM FEB UI 2020 lalu dilanjutkan dengan sambutan dari Selma Fairach selaku President PERMIAS Madison. Kemudian, untuk membuka diskusi dan memperdalam pengetahuan partisipan tentang kekerasan seksual, diadakan paparan terkait kondisi serta tata cara penanganan kasus kekerasan seksual di University of Wisconsin-Madison oleh Ms. Isabelle Reilly selaku Student Representative of STIXA (Student Title IX Advisory Committee). Pihak BEM FEB UI juga melakukan paparan mengenai situasi keseluruhan kasus kekerasan seksual di Indonesia dan Amerika Serikat yang diberikan oleh Jihad dan Naomi selaku perwakilan Departemen Kajian dan Aksi Strategis BEM FEB UI 2020.

Pada akhir presentasi dari Departemen Kajian dan Aksi Strategis, para partisipan diberikan pemicu sebagai bahan diskusi di Focus Group Discussion (FGD). Setiap kelompok FGD terdiri dari 8-9 orang (3 orang anggota PERMIAS Madison & 5 orang fungsionaris BEM FEB UI). Isu yang dibahas pada FGD terfokus pada evaluasi peraturan pemerintah Indonesia dan masing- masing universitas terkait kekerasan seksual, yang telah terlaksana bagi mahasiswa Indonesia, di Indonesia maupun di negara Amerika Serikat, dan saran yang dilakukan untuk kedepannya. Diskusi diakhiri dengan paparan hasil diskusi masing-masing kelompok FGD dan pengesahan mutual agreement yang berisi komitmen kedua organisasi dalam membangun kesadaran sosial dan mencegah kekerasan seksual.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *